Blog
Reaktif vs Proaktif Terhadap Serangan Siber, Pilih Mana?

Reaktif vs Proaktif Terhadap Serangan Siber, Pilih Mana?

Sekilas, melindungi dan mempertahankan dari serangan itu memiliki makna yang mirip. Memang tidak salah bahwa secara esensi keduanya mirip, tetapi dalam konteks tertentu, terutama dalam keamanan siber, terdapat perbedaan yang jelas antara makna dari kedua kata tersebut.

Sebenarnya, bertahan dari serangan bermakna reaktif, sedangkan melindungi bermakna proaktif.

Mengapa disini kita membahas kosakata? Karena perbedaan mendasar ini akan berdampak signifikan ketika perusahaan/organisasi menerapkannya ke dalam aplikasi, sehingga menghasilkan data yang dapat diakses oleh program.

Melindungi dan mempertahankan aplikasi dari serangan menjadi semakin penting dalam lanskap keamanan siber saat ini, karena semakin banyak penjahat yang mencoba melakukan serangan multi-vektor menggunakan dua atau lebih metode serangan secara bersamaan.

Misalnya, secara bersamaan penjahat siber meluncurkan serangan berbasis volumetrik atau serangan yang dirancang untuk membanjiri jaringan, router, dan firewall dalam sistem IT, serta serangan yang berfokus pada aplikasi yang dirancang untuk memberikan beban berlebih terhadap sumber daya server serta aplikasi.

Serangan ini akan berdampak langsung pada perusahaan maupun pengguna/pelanggannya. Hal ini karena serangan membuat aplikasi tidak dapat diakses, menurunkan kinerjanya, dan meningkatkan kerentanannya terhadap serangan lebih lanjut.

Hal ini menghambat proses kerja enterprise/perusahaan. Parahnya lagi, pelanggan juga  akan merasakan dampaknya. Performa aplikasi yang tidak memadai mengganggu akses ke layanan dan meningkatkan kerentanan keamanan, yang pada akhirnya mengganggu pengalaman pengguna dan menurunkan kepuasan pelanggan saat menggunakan aplikasi untuk mengakses layanan.

Baca juga: 5 Jenis Malware yang Bisa Menyerang Keamanan Data Anda!

Tujuan dari kedua serangan tersebut adalah untuk menghalangi, itulah sebabnya disebut sebagai serangan denial of service, dengan membebani jaringan dan server sehingga akses ke layanan terhambat.

Seiring berjalannya waktu, enterprise/perusahaan sebaiknya mempertahankan diri dari serangan (reaktif) sekaligus melindungi diri mereka sendiri secara lebih proaktif, karena kecanggihan dan volume serangan yang meningkat.

Menurut laporan State of Application Delivery 2016 oleh F5 Networks, yang mensurvei lebih dari 3.000 pelanggan F5 di seluruh dunia, layanan aplikasi terkait keamanan terus mendominasi lima besar application service yang paling banyak diimplementasikan.

Namun, mengingat lanskap keamanan saat ini, bisnis juga harus mencari perlindungan proaktif di cloud. Skalabilitas perlindungan berbasis cloud memungkinkannya bertahan dari serangan gencar yang diluncurkan oleh penjahat siber dan menjauhkan mereka dari data dan aplikasi yang tersimpan baik di on-premise.

Bukan DDoS Defence (pertahanan), tetapi layanan cloud based DDoS Protection (perlindungan) telah muncul sebagai hasil dari konsep yang disebutkan di atas. Faktanya, perlindungan DDoS berbasis cloud dapat mencegah, mengusir, dan bahkan mengusir penjahat dari aset perusahaan yang berharga, seperti aplikasi dan data.

Terlebih lagi, sekarang ini keamanan cyber erat hubungannya dengan bisnis, dalam hal tingkat kepercayaan hingga citra di mata publik, proses bisnis secara keseluruhan dan juga keberlangsungan bisnis. Lebih baik mempertahankan dan melindungi diri dari serangan cyber.

Selain itu, keamanan siber berhubungan erat dengan bisnis saat ini dalam hal persepsi publik tentang kepercayaan, proses bisnis secara keseluruhan, dan kelangsungan bisnis. Maka dari itu, lebih baik mempertahankan dan melindungi dari serangan siber.

Hanya dibutuhkan rata-rata 82 detik bagi seorang karyawan untuk mengambil umpan dan menjadi korban dari kode berbahaya yang dikirim oleh penyerang, yang dapat menyebabkan kerugian serius bagi bisnis Anda. Pada titik ini, Anda tentunya akan bereaksi terhadap serangan yang telah terjadi.

Baca juga: 3 Alasan Pentingnya Cyber Security dalam Melindungi Masa Depan

Memperkenalkan Xcitium adalah teknologi proaktif yang dibutuhkan semua bisnis untuk menjaga keamanan endpoint dari human error selama 82 detik yang dapat mengundang kerusakan dan dampak buruk lainnya pada bisnis Anda. Dengan Xcitium, Anda dapat fokus pada produktivitas, sementara kami melindungi dan menjaga keamanan Anda.

SecureTasks Indonesia menyediakan aplikasi perlindungan terbaik dari ransomware & serangan siber keamanan siber untuk UKM dan Startup. Kunjungi website securetasks.co.id untuk mendapatkan percobaan gratis selama 1 bulan, sekarang juga!